Massa yang tergabung
dalam Aliansi Aksi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan,
menggeruduk kantor Wali Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis, Kamis 26
Februari 2026 siang.
Dalam tuntutannya, massa aksi mendesak agar Wali Kota Medan Rico
Waas untuk mencabut surat edaran
Wali Kota Medan terkait penataan dan pengelolaan limbah
penjualan daging non-halal.
Massa aksi menilai
kebijakan itu berdampak langsung pada keberlangsungan usaha dan kebutuhan
ekonomi keluarga mereka.
Aksi berlangsung dengan
pengawalan aparat kepolisian. Para demonstran membawa spanduk dan poster berisi
tuntutan agar pemerintah kota mencabut surat edaran yang dinilai merugikan
pelaku usaha kecil dan pedagang makanan.
Orator aksi Boydo
Panjaitan menegaskan bahwa persoalan tersebut bukanlah isu agama, melainkan
menyangkut penghidupan masyarakat.
“Ibu-ibu kami sudah
menangis, ibu-ibu kami sudah memanggil, ibu-ibu kami sudah marah. Bapak ini
menyangkut makanan kami. Karena ini menyangkut anak-anak kami. Karena ini
menyangkut sekolah anak-anak kami," kata Boydo.
"Ini bukan soal
agama. Ini soal makanan kami. Ini soal kesejahteraan kami. Keluar, Pak Wali
Kota. Keluar! Keluar! Tolong keluar, Pak Wali Kota,” teriak Boydo di hadapan massa
aksi.
Menurut Boydo, surat
edaran tersebut berpotensi mematikan usaha para pedagang yang selama ini
menggantungkan hidup dari penjualan makanan berbahan dasar daging babi.
Ia menyebut banyak
keluarga yang terdampak, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak
mereka.
"Kalau berwibawa
keluar, kalau gak berani keluar pakai rok aja," kesal Boydo.
Massa aksi juga mendesak
Wali Kota Medan untuk menemui langsung perwakilan demonstran guna memberikan
penjelasan dan solusi atas polemik yang terjadi.
Pengunjuk rasa mendesak
agar Wali Kota Medan Rico Waas mau menampung aspirasi, atas surat edaran Wali
Kota Medan terkait penataan dan pengelolaan limbah penjualan daging non-halal.
"Atau kami yang
masuk," teriak pengunjuk rasa.
Amatan di lokasi, Pemkot Medan mempersilahkan
agar perwakilan dari massa aksi menemui Rico Waas. Namun, pengunjuk rasa
lainnya tak setuju, dan mendesak agar Wali Kota Medan keluar menemui mereka.
Kontributor : M. Aribowo

No comments:
Post a Comment