Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelontorkan anggaran sebesar Rp137 miliar untuk proyek pelebaran Jalan Sei Ladi, urai kemacetan yang kerap terjadi dari Fly Over Sei Ladi menuju Simpang Madani.
Saat ini, proses pengerjaan sudah mulai berjalan, dimana bukit batu yang berada di Jalan Gajah Mada, tepatnya di ruas dari Fly Over Sei Ladi menuju Simpang Madani atau yang dikenal sebagai awal kawasan Bros, mulai diratakan menggunakan alat berat.
Sejumlah eskavator dan truk pengangkut tanah aktif menghancurkan bukit serta memindahkan material dari lokasi proyek.
Proyek pelebaran jalan tersebut berada di bawah pengawasan BP Batam. Berdasarkan kontrak kerja, pengerjaan proyek dimulai sejak 30 Desember 2025.
Ruas Jalan Sei Ladi yang akan diperlebar memiliki panjang sekitar 1,3 kilometer.
Nantinya, jalan ini akan dikembangkan menjadi enam lajur dua arah, dengan masing-masing tiga lajur di setiap sisi.
Pelebaran jalan ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya Infrastruktur sebagai kontraktor pelaksana, dengan konsultan pengawas PT Secon Dwitunggal Putra KSO bersama CV Multi Rekajasa.
Kepala Biro Umum BP Batam, M. Taofan, melalui Kepala Bagian Protokol dan Humas BP Batam, Afthar Falahzis, mengatakan proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 390 hari kalender.
“Jalan ini akan dikembangkan menjadi enam lajur dua arah dengan konfigurasi tiga lajur di masing-masing sisi."
"Diharapkan pelebaran ini dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi setiap pagi dari arah Sekupang menuju Simpang Madani,” ujar Afthar Falahzis yang akrab disapa Lala.
Proyek pelebaran jalan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Benaya, seorang warga Batuaji yang rutin melintas di Jalan Sei Ladi, mengatakan selama ini arus kendaraan dari Sekupang menuju Simpang Madani sangat padat.
Menurutnya, kemacetan kerap terjadi karena pertemuan arus kendaraan dari beberapa arah, termasuk dari kawasan Baloi yang menuju Simpang Laluan Madani.
Selain itu, keberadaan sekolah di dekat Fly Over Sei Ladi, yakni Sekolah Kartini, juga turut memicu kepadatan lalu lintas pada pagi hari.
“Kalau pagi, orangtua yang mengantar anak ke sekolah membuat Jalan Sei Ladi macet total,” ujarnya.

No comments:
Post a Comment